Meniti sepi di lembaran hari, bertumpuk-tumpuk tersimpan dalam brangkas
waktu. Jika saja hati bisa tawar menawar seperti logika, sepertinya
kamu sudah menjadi bukan siapa-siapa. Sayangnya, cinta telah mengantarku
berdiri di sini, menatapimu dari jauh, memastikan bahwa hatimu lapang
dan ragamu tak rumpang. Ada sendu yang menggelayutiku, mengisi sisi hati
ketika senja datang.
Terlalu banyak kisah yang sebenarnya kita torehkan di saat senja.
Ketika matahari jingga mewarna di tepian waktu, kamu telah duduk di
sisiku, menemani sepi ketika itu.
