Kali ini rasanya aku tidak punya alasan untuk menyalahkan waktu. Waktu
yang telah membawaku datang begitu terlambat. Meskipun aku sudah
bergegas, namun ternyata kereta tujuanmu berangkat lebih cepat tanpa
pemberitahuan. Maka aku pun harus tetap menuju. Mau tidak mau, dan
harus tanpa kamu. Dan ketika aku telah berada dalam kereta lain,
kemudian kita berpapasan di jalur yang beriringan tapi tidak
bersinggungan denganmu, apa yang kau rasakan?
Kau akan mencaci waktu? Menangisinya, memohon-mohon supaya dia kembali?

