Kamis, 09 Juni 2011

NGAYO,TRADISI "TEBAS KEPALA" YANG NYARIS PUNAH

okeeh...
kali ini saya kembali beruntung sebagai seorang reporter infotaiment.
mau tau keberuntungan saya lagi kali ini...??

dengan sangat senang hati saya akan menceritakannya pada kalian..!
(kesannya pada nungguin cerita gue ajaaa tiap waktu... hahahaahah...)



1 minggu yang lalu saya berkesempatan untuk meliput salah satu suku yang paling misterius dan paliing bikin kita penasaran mengenai berbagai macam kebudayaan dan upacara upacara leluhur suku yang akan saya ceritakan ini.

okelah, memang suku di Indonesia ini ada ribuan banyak nya..
dan semua unik, semua menarik dan asik untuk di pelajari dan kita nikmati.
tapi..
kalau mau jujur suku yang satu ini termasuk 10 tertinggi yang menempati predikat misterius dan paling menarik minat untuk kita ketahui.

yupz..
suku DAYAK dari tanah Borneo...!!
(dramatis ngga kesan tulisan gue..? hhehehe)

saya sich mau banget cerita semua yang saya liput selama saya disana,
karna semua menarik dan seru sumpaah...!!
tapi saya mau cerita yang terunik dan termenegangkan dulu yaak...?
biar saya ngga cape ngetik jugaaa...
lagian saya ada janji kencan entar sore...
(jiiiaaaah... ngga nyambung...!! menghayal lagi... hehehhe..)

oke sekarang serius....

saya beruntung sekali bisa liputan  salah satu upacara adat suku dayak di daerah landak kalimantan barat,
nama upacaranya NOTONG atau bisa di artikan TARIAN KEPALA..
kenapa di beri nama itu..??
karna memang upacara ini adalah upacara untuk penghormatan kepada kepala manusia yang mereka tebas ketika dahulu adat NGAYO masih ada...!

haaa...??
KEPALA MANUSIA...???
TEBAS KEPALA...???
truss apa lagi tuch NGAYO...??
aaah....
(pasti itu khan pertanyaan kaliaan...??)

sabaaar....
aku jelasin dari awal yaak, biar ngga bingung...!
heeheheh

gini...!
dahulu, suku Dayak punya upacara adat yang namanya NGAYO,
Ngayo ini adalah pencarian kepala manusia untuk di jadikan bahan perang..
atau untuk membuktikan sesuatu.
membuktikan sesuatu itu misalnya gini :

menjaga teretorial dari inflasi suku lain.
perebutan kekuasaan..
atau membuktikan kejantanan dari para pemuda pemuda dayak.

tapi nich yaa...
yang paling exstrim adalaah meNgayo untuk di jadikan mas kawin atau sebagai seserahan dalam suatu pernikahaan...

WOW...

ini serius,
mereka benar benar melakukan itu untuk mas kawin.
dan biasanya juga merupakan syarat yang di mintaa kaum perempuan mereka.

aaaaah...
sereeeem boooo...
kenapa sich mereka ngga minta berlian segede rumah ajaah..??
hehheheeheh

gini yaa...
karna adat ngayo terdahulu merupakan hal yang biasa dan merupakan upacara wajib,
tentunya perempuan perempuan dayak juga harus bisa memilih pria pria yang sanggup menjaga keluarganya dari hal buruk apapun.
termasuk ancaman di Ngayo oleh suku lain khan..?
nach kalau dia menikah dengan pria yang tidak bisa membuktikan kejantanan nya bagaimana si pria ini menjaga keluarganya kelak..?
bisa bisa  kepala si wanita ini lagi yang di jadikan mas kawin untuk suku dayak laiin..?
hiii...

itu lah salah satu alasan kenapa kaum pria melakukan pembuktian cinta dengan membawa mas kawin kepala manusia..!
itu sebagai tanda kalau mereka adalah laki laki kuat yang sanggup menjaga sang wanita dari ancaman siapapun termasuk ancaman Ngayo dari suku lain ketika mereka sudah menikah kelaak...!
(tetep merinding... hiiiii.....)

tapi ngga cuma di tebas kemudian setelah di jadiin seserahan di kubur atau di buang...!
setelah kepala yang di penggal itu di jadikan pembuktian,
kepala yang mereka dapat itu akan di bakar atau di rebus untuk di hilangkan daging yang masih menempel,
dan mereka hanya mengambil tengkoraknya saja.

setelah jadi tengkorak, kemudian tengkorak itu lah yang di jadikan alat untuk suku pemilik tengorak itu,
menjalankan upacara adat NOTONG atau tarian kepala.
tapi upacara ini bukan bentuk pelecehan kepada roh si tengkorak..!
melain khan bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih karna si pemilik kepala sudah mengijin khan tengkorannya di jadi khan mas kawin atau hal hal yang di sebut khan di atas tadi...
aaah..

oiya..
satu lagi yang kalian harus pahami...!
ritual ngayo ini tidak sembarang di lakukan dan sembarang kepala bebas untuk di tebas...!!!
mereka di larang main blakang alias main serang sembarangan..!
haa...??

misalnya gini :
ada suku dayak dari wilayah A mau mengayo ke daerah B,
mereka harus mengirim utusan ke daerah B dan menyampaikan mereka akan mencari kepala ke daerah B itu.
kemudian wilayah B akan bersiap siap menjaga wilayah nya dan kepala mereka masing masing tentunya dari kedatangan suku wilayah A...

heheheheeh...
sereem ya ciiin...?



eeeits...
tenang...!
adat meNgayo ini sudah tidak lagi di jalani semenjak tahun 1811,
yaitu semenjak perjanjian tumbang anoy.
perjanjian tumbang anoy ini di lakukan oleh seluruh ketua suku dan panglima perang suku Dayak di kalimantan pada waktu itu.
isi perjanjian tumbang anoy ini,
di sepakati bahwa tidak ada lagi adat mengayo yang boleh di laksanakan di seluruh tanah borneo.
jadi sekarang sudah tidak ada lagi adat ini,
ini cuma tinggal sejarah saja bagi anak cucu suku Dayak dan bangsa ini saja.

tapi, kita masih bisa menikmati upacara adat Notong yang merupakan bagian dari ngayo itu sendiri.
karna masih ada sisa sisa tengkorak hasil berkayo itu yang masih tersimpan dan di gunakan untuk upacara Notong ini di wilayah kalimantan barat.

cuman ya itu tadi, adat ini sudah sangat jarang juga di lakukan,
di karnakan sisa sisa tengkorak yang di simpan ini sudah banyak yang di kubur oleh para suku suku pemiliknya.
ini karna berat nya sesaji atau besar nya dana yang di keluarkan untuk membiayai upacara ini,
atau juga karna dukun dukun yang mengerti ritual ini sudah tiada dan tidak adanya regenerasi.

dan beruntunganya saya,
masih bisa liputan NOTONG di kalimantan barat beberapa waktu lalu.

saya cerita yaa asalnya tengkorak yang kami liput ini dari mana...
heheeheh...

dahulu, sekitar 250 tahun lalu ada seorang pria tionghoa yang berdagang dan masuk wilayah salah satu kampung di kalimantan barat, tepatnya di daerah landak.
dia masuk ke salah satu rumah wanita suka dayak disitu tanpa di temani siapapun,
suku dayak di jaman itu juga memiliki peraturan bahwa orang asing siapapun yang datang ke satu wilayah tanpa di kenali oleh salah satu masyarakat disitu maka di anggap musuh dan bebas untuk di kayo...!!

(aah... apes dach nich pedagang...! hiks..)

kemudian entah karna apa, si pedagang ini masuk ke salah satu rumah penduduk yang di huni 2 perempuan suku dayak.
2 perempuan ini kemudian mengijin khan sang pria masuk.
mereka memberi makan, memberi minum dan memberi sang pedagang ini arak yang banyak, yang akhirnya membuat si pedagang ini mabuk beraat...!!

ck..

setelah si pedagang mabuk. 2 wanita ini bertanya pada si pedagang...
"hai pria, mau kah kamu menyerah khan kepala mu untuk jadi bahan perang sebelum kami berkayo...??"
lalu jawab pedagang itu "boleh, tapi dengan syarat kamu harus melakukan upacara Notong untuk roh saya dan memberikan roh saya ikan lele, ikan seluang, dan ikan adong bersama sesaji saya yang lain setiap sekurangnya 1 tahun sekali..."

kemudian karna di anggap setuju, salah satu wanita itu mengambil lesung, dan di hantam khan ke kepala si pedagang tionghoa itu...!
lalu setelah itu, 2 wanita itu berteriak "teriak khan perang"..!

teriakan perang itu di dengar oleh salah satu pria dayak di kampung itu,
yang langsung datang membawa mandaow (golok asli suku dayak) dan menebaskan nya ke leher si pedagang...!!
kemudian oleh mereka kepala si pedagang itu di bersihkan dari daging,
dan tengkoraknya di upacara khan Notong setiap hampir satu tahun sekali sampai sekarang.

(sumpah cenat cenut otak gue ngetik nya..! hiks..)

nach..
kemudian semenjak itu lah kampung dayak di landak ini melakukan ritual NOTONG yang kami liput beberapa waku lalu itu...

okeh..
selesai sudah aah..
cape juga ngetik..
heheheheh..

kapan kapan saya ceritakan detail bagaimana upacara ini di langsungkan..
ngga seru kalau saya cerita semua sekarang...!
mending langsung nonton aja tayangannya yaa...
heheheh..

yang pasti saya sangat beruntung berkesempatan meliput ritual yang hampir punah ini.
walapun mungkin sangat exstrim tapi ini memang bagian dari adat dan sejarah..
semoga bisa di singkapi dengan bijak oleh generasi kita..
generasi bangsa Indonesia..(sok tuaaa...!)


btw, saya emang sering exstrim, tapi sumpah saya suka berlian buat mas kawin saya...!hiks...

1 komentar:

It"s Me

It"s Me
Beautiful mind